Berpeluh, Berkelana, dan Bergairah Bersama Danilla & The Glamors

Berdisko dengan Danilla, mungkin bakal jadi satu impian liar yang cukup menyenangkan apabila bisa terwujud. Dan di bulan Mei lalu kesenangan ini terwujud lewat sebuah rilisan bertajuk Peluh, Gairah, & Kelana. Dilepas di bawah naungan nama Danilla & The Glamors, ini adalah sebuah album berisikan delapan track lama Danilla yang hadir dengan rasa baru.

Dibuka dengan Renjana, nomor yang dilepasnya di medio 2019 lalu bersama Daramuda (Rara Sekar dan Sandriati Fay), cukup menjadi salam pembuka yang segar. Aroma disko yang nyaman bisa berpadu dengan nikmat dengan suara khas dari penyanyi yang satu ini. Hasil yang cukup mengejutkan sebetulnya kalau mau mengingat apa yang ditampilkannya di versi awalnya. Gubahan yang dihadirkan oleh The Glamors membuat beberapa dari kita yakin kalau ini adalah versi orisinil dari Renjana. Terasa pas dan ramah dalam menyegarkan raga dan sukma kita.

Berlanjut di nomor kedua, kita akan disapa uuya ya ya, uuya ya ya yang menyenangkan sebagai pembuka untuk Senja di Ambang Pilu. Dua tembang awal yang membuat saya yakin kalau enam track yang tersisa akan memberikan ketebalan hakiki soal keyakinan saya, kalau tidak ada yang bisa menyanyikam karya Danilla sebaik Danilla.

Sebenarnya ada sedikit kekhawatiran saat menjelang nomer ketiga di album ini, apakah kebahagiaan yang sudah hadir dalam dua track pembuka akan bisa bertahan atau malah akan timbul kebosanan karena irama yang begitu-begitu saja, apalagi kalau menilik betapa kuatnya kesan Danilla di tiap-tiap karyanya. Satu kekhawatiran yang seperti menguap begitu saja begitu saya tersapa oleh Ikatan Waktu Lampau rasa baru. Kegelapan yang candu itu masih terasa jelas, dibalut dengan sentuhan musik mendayu namun tetap setia pada mimpi awal saya untuk berdisko dengan Danilla, tidak sampai turun melantai memang, nomer yang satu ini lebih cocok bila kita gunakan untuk sejenak menarik napas yang tersengal imbas bergoyang nikmat di dua track awal.

Lintasan Waktu menyapa saya di track keempat. Balutan ritmis yang dibawa oleh track ini membuat saya seakan terlupa kalau  begitu banyak kata tiada dalam lirik lagu yang satu ini, seakan memaksa kita untuk meratap dengan cara yang lebih hingar bingar. Aaa menjadi nomer selanjutnya di album yang rumornya akan menjadi jembatan untuk menuju album baru berikutnya milik Danilla. Bagian “Benarkah bila kau sudah terabaikan di sana?” jadi part paling saya nikmati di 3 menit 28 detik penuh kesenangan di track Aaa ini.

Kejutan datang ditrack keenam, karena ternyata bukan hanya Danilla dan The Glamors yang bahu membahu untuk memberikan pengalaman spiritual spesial untuk pendengar, namun juga ada Pinky & Thumb yang menyatu. Dua nomer dengan durasi terpendek dari Fingers, bergabung menjadi satu dan menodai kesucian dua single yang selama ini selalu berjajar manis di daftar putar teratas playlist saya, gabungan ini menghadirkan kenikmatan yang berbeda daripada saat mereka berjuang sendiri, karena memadukan keduanya adalah kejelian tiada tara yang  menarik untuk digali alasan di baliknya.

Middle hadir sebagai jeda nikmat setelah kejutan yang terus hadir di enam track sebelumnya. Jeda yang membuat saya berpikir bahkan di tengah hingar bingar lampu disco, di sebuah sudut ada seseorang yang dengan syahdu bercumbu dengan fantasi lalunya sambil membiarkan embun dari gelas menetes basah menghujani lantai. Piano, ratapan Danilla saat bernyanyi di nomer ini, membawa rasa yang entah kenapa begitu Indonesia. Seakan ada alarm yang berbunyi kalau ramuan seperti ini memang ada di beberapa balada khas dari Indoensia.

Perjalanan saya di album ini ditutup dengan Terpaut Oleh Waktu, track yang seakan mengingatkan kalau ini masih album milik Danilla. Kegelapan minor yang selalu menjadi candu khasnya masih tercetak jelas di track penutup ini. Gubahan oldies yang cukup kental mengahasilkan kesan sexy yang membuat aura kelab malam suram yang dipenuhi penat pikiran dari masing-masing kepala seakan menari memenuhi atmosfer, berpusat pada satu sorot yang mengarah sempurna pada Danilla & The Glamors yang menyadarkan kalau kita dan angan indah sedang terpaut oleh waktu.

Delapan track yang sungguh menghibur, cukup segar, dan menarik untuk diputar berulang. Bukan untuk teman perjalanan pagi menuju tempat bekerja namun lebih ke daftar putar pulang kerja saat langkah menuju rumah terasa tidak terlalu menyenangkan, karena ramuan di Peluh, Gairah & Kelana memilik kesuraman ritmik dan menjadi tawaran yang cukup menyenangkan untuk membuat kita bisa sesaat melepaskan beban tanggungan yang menggantung setia di bahu-bahu lemah kita.

What's your reaction?
0cool0bad0lol0sad

Add Your Comment

M RADIO ©. All rights reserved.

M RADIO ©. All rights reserved.