0%

Bar-Bar Zaar Dari Doyan Makan Sampai Bikin Event Sendiri

Posted By: admin On:


Share this post

Berawal dari food vlogger sampai akhirnya cewek cantik yang doyan makanan pedas dan terkenal “bar-bar” dalam menyantap makanan bernama  Mgdalenaf ini untuk kedua kalinya telah menyelenggarakan bazaar kuliner bertajuk “Bar-Bar Zaar”. Pertama, Bar-Bar Zaar telah diselenggarakan di Lapangan Parkir Outdoor Mall Kota Kasablanka dan baru-baru ini tepatnya tanggal 13-15 Desember 2019 diselenggarakan di Parkir Outdoor Grandcity Mall Surabaya.

                Saat Tim M Radio datang ke event yang digandrungi anak muda Surabaya karena tergolong baru ini, suasannya memang seramai dan sepadat itu. Seratus lebih tenant  ditata sedemikian rupa hingga berbentuk seperti labirin. Jika bisa digambarkan, malam itu (13/12/2019) antrian massa ada dimana-mana. Kebanyakan, pengunjung mengantri di tenant makanan yang unik dan jarang ditemui seperti, Martabak Piring Aliang yang baru ada di Surabaya, Mie Lidi Si Umang atau minumannya Dum-Dum Thai Tea.

                Tidak hanya menikmati kuliner yang ada, pengunjung juga dimanjakan dengan area photobooth yang unik dan menarik, terletak di pintu masuk. Bentuknya ada mangkok mie raksasa, cerita sejarah perjalanan Mgdalenaf dalam mewujudkan mimpinya ini, dan icon dari Bar-Bar Zaar itu sendiri. Kegiatan yang juga menghadirkan berbagai challenge, termasuk berani makan pedas ini pada hari terakhir sempat kedatangan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak yang memberikan sedikit sambutan.

                Saat kami pertanya kepada salah satu penjual di sana, dia berkata merasa senang ada event seperti ini di Surabaya. “Ini bisa jadi wadah yang menarik dan menguntungkan untuk pengusaha kuliner, baik yang baru merintis atau yang sudah terkenal sekalipun. Berharap banget sih Bar-Bar Zar ada terus di Surabaya setiap tahunnya” jelas Adelia. Suara hati pengisi tenant dengan pengunjung sepertinya berbeda. Salah seorang pengunjung bernama Yana sempat mengeluh akan proses pembayarannya yang sedikit ribet. “Sayang aja sih, kenapa kok banyarnya nggak jadi satu ditenant sekalian, kenapa kok harus dikasir. Capek ngantrinya, habis ngantri di tenant terus ngantri buat bayar. Kayak kurang efisien aja sih” ungkapnya.


Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Expand
Play Cover Track Title
Track Authors