0%

Rela Menanti Sejak Pukul 5 Pagi, Demi Menyaksikan Parade Surabaya Juang

Posted By: arief bo On:


Share this post

Seperti biasa, setiap tahunnya Surabaya selalu mengadakan pertunjukan teatrikal Parade Surabaya Juang untuk memperingati Hari Pahlawan. Dan hari Sabtu (09/11/2019) kemarin, Parade Surabaya Juang memasuki tahun ke-12. Selalu ada yang berbeda dan spesial setiap tahunnya. Dengan memilih rute dari Tugu Pahlawan sampai Taman Bungkul, tahun ini Parade Surabaya Juang bertema “Wira Bangsa” yang bertujuan mentransformasikan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat kebangsaan kepada generasi muda Indonesia. Tidak hanya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saja yang terlihat saat acara berlangsung. Namun, juga nampak deretan para veteran, prajurit TNI dan Polri. Selain itu, juga terlihat pasukan pengibar bendera atau Tim Paskibraka Surabaya dalam barisan. Tentu yang tidak ketinggalan adalah komunitas sejarah, yang menampilkan pertujukan teatrikal dan Sha Ine Febriyanti yang telah membacakan sebuah puisi.

Kegiatan Parade Surabaya Juang dimulai pada pukul 07.30 WIB dan melewati beberapa titik. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan beberapa rute yang akan dilalui antara lain dimulai dari Tugu Pahlawan lalu di Jalan Kramat Gantung, Jalan Gemblongan, Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Raya Darmo, dan terakhir di Taman Bungkul. Satu hal lagi yang membuat tahun ini memberikan kesan yang berbeda adalah hadirnya delegasi dari Rusia yakni Kota St. Petersburg, dan Volgograd.

Beragam kejutan dan warna baru di Parade Surabaya Juang kali ini mengundang banyak antusiasme masyarakat Surabaya, bahkan luar Surabaya. Salah satu contohnya adalah Ibu Nur yang rela jauh-jauh datang dari Lamongan untuk menyaksikan Parade Surabaya Juang 2019. Bersama suami dan kedua anaknya, Ibu Nur telah menanti aksi teatrikal heroik ini sejak pukul 05.00 WIB, di bawah pohon, depan SMA Santa Maria Surabaya. “Penasaran mbak, baru kali ini lihat drama kolosal sepanjang jalan. Udah tau sih kalau tiap tahun ada, tapi baru sempat lihat sekarang” ungkapnya sambil malu-malu. Agar dapat melihat pertunjukan dari dekat, Ibu Nur bersama keluarga mengenakan pakaian tentara, lengkap dengan membawa properti berupa senapan. “Ini tembak kemarin buat dari kardus mbak. Sengaja pakai baju gini. Karena kemarin katanya boleh liat dari dekat, tapi harus pakai baju gini, biar kalau ke shooting nggak jelek hasil gambarnya” pungkasnya.


Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Expand
Play Cover Track Title
Track Authors