28-05-2009 13:14
THE RAIN "Perjalanan Tak Tergantikan"
THE RAINKEMBALI DENGAN SEMANGAT BARU Album keempat, tetap berempat. Dengan formasi yang tidak berubah sejak album pertama mereka dirilis pada tahun 2003, theRain kembali menelurkan karya mereka. Indra - Indra Prasta (vokal, gitar), Iwan - Rahmat Darmawan (gitar, vokal), Ipul - Syaiful Bahri (bass) dan Aang - Catur Anggoro Nindyarto (drum) mulai bekerja keras mengumpulkan materi baru pada pertengahan 2008. Sekitar 20-an lagu yang telah ditulis mulai digarap secara bertahap. Mereka juga semakin membuka diri untuk hal-hal baru dalam pengerjaan musiknya. Hasilnya? Lagu-lagu dengan banyak sentuhan baru yang belum pernah ada di album-album theRain sebelumnya. Album yang diberi judul PERJALANAN TAK TERGANTIKAN ini berisi 10 lagu baru yang variatif baik dari segi musik maupun temanya. Mulai dari Warna Hidup yang kental unsur power pop 90an-nya, Untuk Sahabatmu yang nuansa beatlesque-nya sangat terasa, Percaya yang terdengar modern dengan suara sampling-nya, lagu Perjalanan Tak Tergantikan yang bercerita tentang theRain sendiri, hingga Psychedelic Rain yang bercerita tentang kematian dan berbalut aransemen yang, sesuai judulnya, memang psychedelic. Lagu Boleh Saja Benci dipilih menjadi single pertama album ini. Tidak seperti beberapa single terdahulu yang sempat membuat theRain dicap sebagai spesialis lagu mellow dan sedih, Boleh Saja Benci adalah sebuah single yang upbeat. Lagu yang merupakan lagu terakhir dalam pengerjaan album ini ditulis secara kebetulan di saat lagu-lagu lain sudah mulai di-mixing. Sebuah lagu yang ringan dengan notasi yang catchy, dengan lirik yang lugas namun penuh makna, dengan aransemen yang sederhana namun memorable, sebuah lagu yang segar dari theRain. Cikal bakal theRain bermula di kota Jogja pada tahun 2000. Indra yang sedang ingin belajar gitar dikenalkan oleh seorang temannya pada Iwan, seorang instruktur gitar. Pada saat itu Iwan baru memulai sebuah band dengan nama noRain (nama yang diambil dari judul sebuah lagu milik Blind Melon) dan telah merekam beberapa lagu namun bagian vokalnya masih dinyanyikan oleh Iwan sendiri. Setelah beberapa lama mereka berdua semakin menemukan kecocokan dalam bermusik, mereka sama-sama menyukai Gin Blossoms dan Counting Crows, lalu alih-alih terus belajar gitar pada Iwan, Indra bergabung dengan noRain mengisi posisi vokal. Sambil manggung di acara-acara lokal, mereka merekam beberapa demo lagu untuk dibawa ke Jakarta. Pada tahun 2001, Indra dan Iwan bertemu dengan Aang dan Ipul di studio Alamanda, tempat mereka biasa latihan dan nongkrong. Aang yang baru saja keluar dari band-nya, Crossbottom, bergabung mengisi posisi drum. Tak lama kemudian, Ipul bergabung sebagai bassist. Pada saat mengisi sebuah acara di lembah UGM, di malam terakhir tahun 2001, untuk pertama kalinya mereka memakai nama theRain. Pada tahun 2003, album pertama theRain, Hujan Kali Ini, dirilis dan menghasilkan banyak hits seperti Jangan Pergi, Dengar Bisikku, Terimakasih Karena Kau Mencintaiku dan Coba Lupakan Kamu. Album ini mendapatkan penghargaan Golden Award hingga terjual sebanyak 130 ribu kopi, mereka juga mulai sering diundang untuk manggung di berbagai penjuru Indonesia. Lagu Terimakasih Karena Kau Mencintaiku dan Coba Lupakan Kamu dipakai menjadi theme song sinetron yang semakin mendukung perjalanan album ini. Sebuah album yang membawa mereka ke banyak pengalaman baru, perjuangan baru. Tahun 2005, dua tahun setelah album pertama dirilis, theRain menyelesaikan album Senandung Kala Hujan, dengan hits seperti Tolong Aku, Kau Buat Aku Menunggu dan Bulan Sabit. Beberapa lagu di album ini kembali menjadi theme song di sinetron dan FTV. Musik theRain semakin berwarna di album ini, ada beberapa lagu yang kental unsur folk rock-nya, ada nuansa alt-country juga, disertai dengan tema lagu-lagunya yang semakin beragam. Mereka pun semakin matang di panggung dan semakin serius menggarap konsep pertunjukan mereka. Dua tahun kemudian, di tahun 2007, album Serenade dirilis, di album ini untuk pertama kalinya theRain menggaet produser untuk bekerjasama agar musik mereka semakin variatif. Bersama Krishna J. Sadrach dari Suckerhead mereka melakukan workshop. Beberapa lagu dikerjakan hingga beberapa kali mengalami pergantian aransemen agar mendapat hasil yang maksimal. Album ini adalah album pertama theRain yang di judul albumnya tidak ada kata ‘hujan’nya. Sebuah album yang mendapat review yang positif di banyak media. Pada pertengahan tahun 2008, theRain menandatangani kontrak rekaman dengan NAGASWARA. Tak lama kemudian, album Perjalanan Tak Tergantikan dirilis, dengan kesegaran baru, dengan semangat baru. Setiap band punya jalannya sendiri-sendiri, begitu juga dengan theRain. Sebuah kisah yang tak akan dapat mereka tukar dengan apapun. Sebuah perjalanan yang tak tergantikan. (***)