Interview
Kamis, 05/01/2012 02:21 WIB
Enggak Usah Lawan Arus, Mutya Rilis Single Ke 2
Mutya Lorenza Gondo solois pendatang baru di belantika music Indonesia
 

Seperti yang sudah di jadwalkan sebelumnya, Mutya Lorenza Gondo, nama lengkap wanita satu ini tiba di M Radio. 7 Juli 2011, pukul 3 sore, di temani Siti Zachra, manager personal-nya, Mutya datang dengan dengan tampilan casual. Menyapa crew M Radio, satu persatu sembari mencicipi donat cokelat yang disuguhkan. Selang beberapa menit kemudian, wawancara tentang album “Faith love Forgiveness”, di mulai. Simak wawancara M Radio dengan Mutya Lorenza tentang album perdananya ini.

Apa yang membuat Mutya berani memilih masuk di dunia musik ?
“Sebenarnya beraninya aku itu, modal nekat. Background aku sebenarnya bukan di musik, tapi di ekonomi. Dulu aku sempat tinggal di Adelaide, selama 12 tahun. SMP, SMA disana, sampai kuliah ambil mata kuliah finance dan juga sempat mengajar sebagai assistant lecturer selama satu tahun di Universitas Adelaide. Dari kecil memang aku punya passion dengan musik.


Ceritain konsep penggarapan album Mutya dan siapa saja yang membantu ?
“Sebenarnya album aku ini yang berjudul "Faith Love Forgiveness" adalah journey (perjalanan) aku saat penggarapan album ini. Perjalananku pun banyak kepedihan, kesedihan dan aku berjanji harus lebih positif dan optimis tentang hidup. Caranya, pertama faith (iman) keyakinan yang kuat bahwa diluar sana masih banyak orang baik. Love (cinta), kita harus mencintai dan memiliki kapasitas dicintai, dan menurutku ini penting tapi juga sulit, dan forgiveness harus bisa memaafkan. Sepuluh lagu di album ini menunjukan perjalananku, dilihat dari liriknya dan aransemennya, dan itu jadi benang merahnya. Konsep foto di album ini menunjukan journey itu sendiri. Di cover belakang, aku memakai baju kotak-kotak dan ekspresinya sangat dingin, penuh emosi, dan kemarahan, dan itu menjadi masa lalu. Cover depan, aku memakai dress panjang, ada rerumputan dan langit biru, menunjukan masa depan.

Siapa aja sih musisi yang ikut terlibat di album "Faith Love Forgiveness" ini ?
“Banyak banget musisi yang ikut terlibat. Dan itu jadi kehormatan aku banget, ada mas Andy Rianto, Magenta Orchestra, Tohpati, Mus Mujiono, orang - orang dari Audy, orang-orangnya Andra and The Backbone, dan musisi muda juga ikut terlibat walaupun namanya belum dikenal tapi secara musikalitas sangat bagus. Dan proses pembuatannya sendiri bisa dibilang cepat. Dari proses menulis lagu, kumpulin materi, buat demo, mixing, hingga mastering, kurang lebih selama 5 bulan sudah rampung semua".

“Musisi muda juga ikut terlibat walaupun namanya belum dikenal tapi secara musikalitas sangat bagus"

Kata “Forgiveness” di album ini, sebenarnya ada cerita pengalaman pribadi kah ?
“Bisa dibilang, 90 % dari album ini, pastinya pengalaman pribadi. Namanya manusia, banyak sekali hal-hal manusiawi yang dialami. Dan memang forgiveness ini sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan tapi sangat penting banget kalau kita ingin bahagia. Terus terang mungkin aku sendiri sampai sekarang belum 100 % memaafkan seseorang atau sesuatu yang salah. Tapi setidaknya kita mencoba untuk jadi lebih baik. Menurut aku, Lagu yang paling menyentuh adalah di track no. 10 judulnya “Can You See” dan juga ciptaanku sendiri.

Apa nih yang bikin susah dalam pembuatan album Faith Love Forgiveness ?
“Paling susah di single Tebar Pesona saat memasukkan musik drumnya. Karena waktu itu sound drumnya di buat dari program komputer, tapi pada saat aku sebagai produser merasa sound drumnya mati banget “tidak kawin dengan musik dan vokalnya”. Akhirnya aku menggunakan drummer yang sesuai untuk musik dan vokal aku secara live records.

Genre musik di album ini apa sih sebenarnya ?
“Sebenarnya, kalau aku boleh memiliih, genre musik album ini, emmmm…(Mutya tersenyum sambil mencari jawaban) Pop easy listening. Tapi bagi yang sudah mendengarkan Tebar Pesona, dibilang pop 100% bukan, di bilang jazz juga bukan. Walaupun secara keseluruhan, pada dasarnya pop dan easy listening, tapi banyak lagu-lagu di album ini dihias oleh sentusan jazz, bossanova, acoustic, mellow-mellow melankolis, dan orchestra.


Kenapa memilih Tebar Pesona sebagai single pertama Mutya?
“Sebagai pedatang baru harus memilih sesuatu yang unik, makanya dipilih Tebar Pesona karena lagu ini Pop yang dihiasi dengan sentuhan jazz, up beat, dan liriknya sangat catchy. Kalau memilih lagu yang mellow paling orang bosan”.


Sejauh mana respon lagu Tebar Pesona ?
”Sejauh ini sih respon Tebar Pesona sangat bagus dan aku kaget. Saat aku mengeluaran lagu ini sebagai single pertamaku, sempat merasa single ini segmented. Tapi wah hasil, responya paling kenceng di Sumatera, Kalimatan, dan Sulawesi”.

Untuk single kedua, kenapa memilih Bosan ?
“Sebenarnya aku sendiri enggak pernah menyangka kalau Bosan ini akan menjadi single kedua aku. Terus terang, Bosan bukan kandidat untuk jadi single kedua aku. Dan ternyata banyak orang yang me-request lagu Bosan di Yogja, Semarang, Makassar, Kalimantan dan dimana pun. Jadi aku pikir, enggak usah lawan arus, ngikutin arus aja sudah susah, ngapain kita ngelawan arus. Jadi apa yang fans inginkan, itu yang aku berikan”.

“Aku pikir, enggak usah lawan arus, ngikutin arus aja sudah susah, ngapain kita ngelawan arus”

Tidak cukup jika Mutya Lorenza bercerita tentang konsep album Faith Love Forgiveness, lagu - lagu, dan genre musiknya tapi ia juga bercerita tentang bakat dan kecintaannya terhadap musik dalam hidupnya. Berikut ini ceritanya..

Basic musik di dapat dari mana ?
“Mama, Papa, dan kakak aku tidak ada berkecimpung di dunia musik, jadi memang aku yang aneh dan hanya aku yang suka dan penasaran sama musik. Waktu kecil aku pernah beli drum, terompet, gitar, dan alat musik lainnya yang aku cobain. Dan akhirnya cuma gitar, keyborad dan piano yang aku bisa. Aku pernah mengikuti kelas gitar klassik di Adelaide selama 5 tahun. Dan menurutku, kualitas yang harus diperlukan dari musisi, harus mencintai musik dengan tulus, bukan karena uang.

"kualitas yang harus diperlukan dari musisi, harus mencintai musik dengan tulus, bukan karena uang”

Pernah ikutan les musik di Australia ?
“Waktu di Adelaide, Australia Selatan, aku sempat ikut les gitar klasik selama 5 tahun. Baca not balok, dan latihan gitar klasik dengan gitar akustik dan elektrik itu beda banget. Lalu sempat ikut les piano beberapa bulan. Dan memang pada waktu sekolah, sempat mengambil mata pelajaran musik juga. Tapi, pas aku kuliah, aku lebih fokus pada pelajaran dari pada musiknya. Dan mungkin pada saat itu aku merasa kangen terhadap musik. Pas balik ke Jakarta, enggak tau ceritanya bagaiman, tiba - tiba aku masuk dapur rekaman aja”.

Pernah main musik bareng musisi – musisi di Australia ?
“Kebetulan waktu itu, saudara-saudara aku juga ada beberapa sebagai musisi, walaupun bukan saudara dekat. Nah, waktu itu sering ngumpul-ngumpul bareng, main musik bareng, nyanyi-nyanyi bareng, jadi semua ini berawal dari ‘iseng’. Setelah keterusan, kenapa harus berhenti disini, mendingan kita lanjut aja, dan akhirnya keluarlah album ini”.

Walaupun 12 tahun menetap di Adelaide Australia Selatan, Mutya Lorenza tetap homesick akan kampong halaman, Indonesia. Berikut ini jawaban Mutya, ketika M Radio bertanya, “Apa yang membuat Mutya balik ke Indonesia”?

“Pastinya karena semua keluarga di Indonesia, teman-teman juga semua di Indonesia. Setelah belasan tahun lamanya di Australia, pastinya ada rasa kangen terhadap keluarga, teman-teman, dan makanan. Kangen banget sama nasi uduk, sop buntut, soto ayam, walaupun di Australia ada, tapi rasanya beda. Tapi pada saat itu, memang aku mikirin, apa aku bakal lanjut sekolah atau lanjut kerja aja. Memang ada sekitar 1 - 2 tahun masa transisi, dimana aku belum bisa membuat keputusan, makanyan itu aku sering mondar-mandir balik ke Jakarta – Australia. Dan ternyata.. aku masuk ke dapur rekaman, akhirnya keluarlah album ini”.


Kasih motivasi buat teman-teman Surabaya yang ingin bersolo karir seperti Mutya dong ?
"Jangan tergesa-gesa disaat menciptakan sebuah lagu. Membuat aransemen sebuah lagu, mendalami sebuah lagu, jangan pernah terburu-buru. Karena sebuah karya yang diciptakan dengan terburu-buru pasti hasilnya tidak akan maksimal".
“..harus mencintai musik dengan tulus, bukan karena uang”.

Tidak terasa sudah 1 jam, M Radio ngobrol dengan Mutya Lorenza. Seperti diakhir wawancara, Mutya ‘menitipkan’ kalimat, “..harus mencintai musik dengan tulus, bukan karena uang”. Semoga kutipan Mutya Lorenza ini bisa mengkoreksi diri kita dan bisa mencintai musik dengan tulus !

Follow Twitter : @mutyalorenza
Facebook : Mutya Lorenza
Official Web : www.mutylorenza.com

Baca Juga  
Kamis, 11/07/2013 23:38 WIB
Musik Tradisional Adalah “ Aku ”
Senin, 24/06/2013 06:32 WIB
Barry Likumahuwa
Sabtu, 15/06/2013 00:08 WIB
kincirdotcom, online fansclub punya Indonesia
Selasa, 21/05/2013 01:00 WIB
AMPM
Senin, 20/05/2013 23:21 WIB
JIMMU
Senin, 13/05/2013 23:52 WIB
Vegan
Jumat, 10/05/2013 02:15 WIB
3 IN 1
Jumat, 10/05/2013 02:10 WIB
Latinka
 
 
Lagu Baru Lagu Bagus
Chat Box
M-Gallery
202
201
200
199
198
196
195
194
192
193
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10