M-News
Rabu, 01/02/2012 16:17 WIB
"MESTAKUNG", FILM INDONESIA BERLATAR BELAKANG KEBUDAYAAN MASYARAKAT MADURA
 

Tanggal 08 Oktober 2011, para pendukung film "Mestakung", Helmalia Jelita Putri, Sayev Muhammad Billah, Zawawi Imron, dan Jhon De Rantau, sang sutradara, datang ke M Radio. Ditemani oleh Caroline, pihak Mizan Production, langsung aja yuk ! simak wawancara M Radio bersama pemain film "Mestakung"

Apa alasan mengangkat buku "Mestakung" menjadi film?
Jhon De Rantau : karena film ini mengajarkan untuk tidak pernah mengenal kata menyerah dalam menjalani hidup. Secara filosofi, Mestakung merupakan 1 kata yang tercipta dari Prof. Yohanes Surya. Dimana kita harus keluar dari kemapanan hidup dan bertarung terus dengan crisis by crisis sehingga sampai ke titik kritis. Dan di titik kritis inilah kita harus berhadapan untuk menaklukkan dengan kerja keras, dan keinginan yang keras. Sehingga semesta akan mendukung apa yang kita mau.

Kesulitan apa aja yang dialami selama proses syuting?
Jhon De Rantau : Kesulitannya itu bagaimana mengungkapkan dari bahasa kata dalam bentuk gambar. Saya cari yang gampangnya dulu. Karna kalau saya memikirkan yang susahnya dulu, otak saya nggak jalan. Yang kedua itu bagaimana cara kita untuk menyatukan pemain yang sudah senior dengan para pemain yang masih baru.

Bagaimana pemilihan pemain?

Jhon De Rantau : untuk menghidupkan karakter Madura, para pemain langsung kami ajak ke Sumenep untuk langsung bergaul dengan orang Madura. Mau tidak mau mereka harus belajar tentang dialek orang Madura, pola hidup mereka. Jadi, kita ingin mengangkat orang Madura yang masih sangat kental adat Madura-nya dan bukan orang Madura yang sudah hidup modern.

Dalam film Mestakung sendiri, selain Sayev anak dari Madura, ada juga teman - teman Sayev yang berasal dari Aceh, Papua. Kenapa memilih daerah – daerah tersebut untuk diangkat ke dalam fim Mestakung?
Jhon De Rantau : Sebetulnya yang bermain dalam film ini sudah melalui seleksi oleh bapak Yohanes Surya. Selain itu, kami juga ingin mengangkat keragaman budaya Indonesia.

Untuk Sayev, gimana awal mula bisa ikut film “Mestakung”?
Sayev Muhammad Billah : awal mulanya sih crew dari “Mestakung” ngadain casting disekolah. Waktu itu, saya coba untuk ikutan dan ternyata lolos. Setelah lolos tahap pertama itu, saya di casting lagi dan untungnya saya lolos, dan casting lagi di Pamekasan. Setelah lolos casting di Pamekasan saya ikut ke Jakarta. Waktu hari pertama sempat nangis karna emang saya manja sama ibu, jadi ya kangen.


Untuk Helmalia Putri,susah ‘ga mempelajari dialek Madura?
Helmalia Putri : untuk dialek Madura sendiri sih aku ada gurunya, aku belajar 2 hari dan kita langsung bergaul dengan orang Madura. Jadi, kami nggak begitu kaku kalau bicara Madura, jadi kesannya itu lebih real orang Madura tanpa rekayasa.

Sebelum wawancara berakhir, Jhon De Rantau berpesan :
Semoga film ini bisa menjadi inspirasi bagi produser lain. Karena jika kita bersungguh – sungguh dan serius dalam memproduksi sebuah film, meskipun tema yang kita angkat dalam film tersebut biasa, akan menjadi luar biasa dengan kesungguhan dan keseriusan.
Setuju ! Semoga bisa memberikan inspirasi bagi sineas - sineas Indonesia. Sukses untuk film Indonesia ! (red)

Lengkapnya : simak wawancara M radio Surabaya dengan pemain film "Mestakung" melalui video.

Baca Juga  
Selasa, 15/05/2012 15:16 WIB
Lima sekawan yang memberikan warna baru bagi musik di tanah air
Selasa, 15/05/2012 15:12 WIB
MUVENO “Selain Putus”
Selasa, 15/05/2012 15:06 WIB
Too Weak To Dance
Senin, 14/05/2012 14:01 WIB
Single kedua AiKO - CupCuDu
Senin, 14/05/2012 13:51 WIB
Harajuku Pop Rock ala Aishiteru
Senin, 14/05/2012 13:42 WIB
SwittinS - BCU (Belum Cukup Umur)
Sabtu, 12/05/2012 13:28 WIB
Ipang Lazuardi Luncurkan Album Solo, 'Hey..Hey..Hey!'
Jumat, 11/05/2012 01:45 WIB
The story of my life
 
 
M-Pod
Honey - When i fallin love
Iris Band - Im Play Girl
govinda - simpananku
 
Semangat Musisi Indonesia
Chat Box
Suka Musik Indonesia
M-Gallery